Erotisme dalam rempah adalah obsesi yang begitu tinggi terhadap sensasi gairah yang membuat pikiran menjadi tidak rasional.


Pada abad pertengahan, Eropa begitu menyedihkan bila dilihat dengan Eropa pada abad saat ini. Mereka sama sekali tidak mengenal apa itu sensasi rasa pedas, gurih, hingga aromatik, mereka hanya dapat merasakan rasa asin garam pada setiap makanan yang mereka miliki. Betapa menyedihkannya makanan yang telah mereka konsumsi, begitulah rendahnya taraf kehidupan pada masa itu. Hingga akhirnya mereka mulai mengenal rempah yang dapat memberikan sensasi yang begitu menggairahkan kepada mereka, dengan permintaan yang begitu tinggi membuat permintaan akan rempah meningkat.
Mendengar kata erotis tidak akan jauh pada pengertian vulgar, namun erotis di sini lebih dari sekedar pengertian yang biasa kita dengar saat ini. Sejarah mencatat bahwa kolonialisasi yang dilakukan orang Eropa terhadap wilayah-wilayah Nusantara, terjadi karena sumber daya alam yang sangat diincar oleh kalangan orang Eropa. Yaitu rempah yang hanya dapat tumbuh di Asia Tenggara, lebih tepatnya pada sebuah kepualauan kecil di Maluku yakni Ternate dan Tidore.
Tetapi alasan ekonomi saja kurang menggambarkan faktor penyebab imperialis terjadi, jika faktornya disebabkan hanya karena kebutuhan ekonomi maka penjajahan yang dilakukan tidak akan berjalan secara brutal. Dilihat dari bagaimana bangsa Eropa begitu menginginkan sumber daya rempah di tanah jajahannya, dengan memonopoli ekonomi rempah di tanah jajahannya tanpa memandang keberlangsungan hidup jajahannya membuat bangsa Eropa merauk keuntungan yang begitu besar dengan bayaran yang tak sepadan. Kemudian dengan melihat segala kekejaman yang terjadi di setiap jajahan, begitu kurang bahwa alasan terjadinya imperialis disebabkan hanya karena kebutuhan ekonomi semata.
Kehidupan orang-orang Eropa di abad pertengahan begitu terisolasi dari dunia global, yang disebabkan karena runtuhnya kekaisaran Romawi mengakibatkan koneksi dengan luar benua tertutup atau cukup sulit untuk dijangkau. Keterisolasian itu mengakibatkan medis serta kuliner Eropa tidak mengalami kemajuan apapun, dalam hal makanan Eropa hanya mengandalkan daging, roti, serta sayuran lokal yang sedikit akan rasa dan begitu hambar. Mereka hanya dapat mengandalkan garam sebagai penyedap rasa yang hambar, hingga pada akhirnya mereka mendapatkan rempah yang menciptakan rasa yang begitu kaya.
Dalam hal medis Eropa juga tidak luput dengan rempah, mereka menganggap bahwa rempah merupakan obat yang bisa menyelamatkan nyawa. Eropa pada masa itu cukup depresi akibat banyaknya penyakit yang menjangkit, kesulitan sekaligus depresi yang mereka alami inilah yang membuat rempah begitu diterima seakan rempah adalah penyelamat dari setiap penyakit yang mereka alami. Setelah rempah diperkenalkan oleh pedagang Arab mulai banyak orang Eropa yang menggunakan rempah sebagai obat dari segala penyakit yang diderita, hingga pada akhirnya rempah mulai diminati sangat banyak orang selain memperkaya rasa rempah juga menjadi obat penyelamat nyawa.
Erotisme mulai bekerja di sini, erotisme dalam rempah adalah obsesi yang begitu tinggi terhadap sensasi gairah yang membuat pikiran menjadi tidak rasional. Kasus di sini ketika orang Eropa menganggap rempah lebih berkelas dibanding yang lain, siapapun yang memiliki rempah maka dia akan dianggap memiliki kekayaan, berkelas tinggi, sekaligus memiliki koneksi dengan dunia luar. Akibat permintaan yang begitu tinggi membuat pedagang Arab yang menjual rempah ke Eropa menjadi kaya, mereka juga memasang harga yang begitu tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang sangat menjanjikan.
Di situ lah awal bangsa Eropa mulai melakukan ekspedisi penjelajahan ke dunia baru, mereka ingin mendapatkan rempah secara langsung tanpa lewat perantara pedagang Arab dan juga Venesia yang telah memonopoli rempah lebih dulu. Colombus atas perintah raja spanyol mengambil langkah memulai ekspedisi ke barat menuju benua Amerika, namun hasilnya cukup jauh dari kata berhasil. Dilanjutkan dengan Vasco da Gama yang berlayar ke timur menuju India (belum sampai ke Asia Tenggara), mengawali keberhasilan penjelajahan ke dunia baru. Hingga penjelajahan yang dilakukan oleh petualang Italia Lodovico de Varthema yang melihat perkembangan yang luar biasa dari kerajaan Eropa pertama di Asia yaitu Portugis. Sampai pada Tome Pires melalui Suma Orientalnya yang menulis tentang kepulauan Maluku pada saat dirinya berada di Malaka.
Lanjut ke Bagian 2 →

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since 1966, when designe

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since 1966, when designe